MY VERY FIRST TIME IN BALI

traveling,bali

Halo Escapers!

Ingat, nggak, kota mana di Indonesia yang pertama kali Escapers singgahi untuk traveling? Bandung? Jogja? Bali?

Saya sedang mengingat-ingat kota Bali, kota pertama di luar Jakarta yang saya singgahi bareng beberapa rekan kerja. Tepatnya pertengahan Desember 2011, enam tahun lalu, kami merencanakan untuk berlibur bareng ke Bali selama empat hari.

Sensasi traveling pertama kali memang begitu menyenangkan, tetapi pasti menemui beberapa kendala apalagi jika pergi bersama rombongan. Saran saya nikmati saja hal-hal menyenangkan sekaligus kesialan-kesialan yang menimpa (jika ada). Buat saya pribadi, kesialan-kesialan yang saya dan rekan kerja alami ketika traveling menjadi pengalaman berkesan, serta pelajaran penting agar lebih awas saat traveling.
***
Hal berkesan yang selalu saya ingat saat traveling ke Bali justru hal-hal kurang menyenangkan seperti ribut-ribut cari mobil travel, budget makan yang kurang, dan salah jadwal pesawat pulang karena misscomm. Alhasil, kami sekelompok harus membeli tiket pesawat pulang kembali sebesar Rp. 500,000. Menyedihkan, bukan? Tetapi bukan traveling namanya kalau isinya cuma sedih melulu.

(Baca juga: Visiting Pekalongan)

Jika diingat kembali, keriangan bermain water sport di Tanjung Benoa, dan syahdunya sunset di sisi tebing Tanah Lot mampu melunturkan itu semua.

Belum lagi Komplek GWK menawarkan teater gratis untuk kami tonton pada jam tertentu serta selfie di area patung Garuda Wisnu Kencana menambah wawasan kami mengenai budaya Bali.

GWK,Bali
Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK)

Jika Escapers berencana ke Bali untuk pertama kalinya, jangan lupa berkunjung ke Uluwatu Disana banyak sekali penghuni nakal yang jenaka, Kera penghuni hutan Uluwatu. Konon dahulu Uluwatu adalah kerajaan Kera. Setelah dibangun menjadi tempat wisata, kehidupan kera menjadi terancam, mereka melakukan aksi protes dengan mencuri barang-barang pengunjung yang terlihat mencolok.

Wisatawan yang berkunjung ke Uluwatu biasanya diperingatkan oleh Penjaga untuk melepaskan asesoris mencolok yang mereka kenakan seperti jam, kacamata, perhiasan, bahkan sendal jepit berwarna metalik. Sendal saya yang berwarna ungu terang dengan manik-manik khas Bali pun dilarang dikenakan oleh penjaga. Berhati-hatilah dengan kamera, ya! Walaupun tetap waspada, sebisa mungkin jangan menunjukkan sikap ofensif kepada Kera atau mereka akan balik menyerang.

Kalau saya perhatikan, Kera-Kera tersebut cute, loh! Karena banyak dari mereka yang gendut. Saya tidak tahan melihat hewan berbulu dan montok. Hahaha.

Pesona pantai Kuta serta Dreamland justru tidak menarik perhatian saya karena ramai dan tidak terlalu terawat. Mungkin pantai lainnya di luar kuta masih asri dan layak kunjung. Saya justru sangat menikmati Danau Beratan yang ada di kawasan Bedugul, Bali. Pura kecil yang ada di tengah-tengahnya sangat cantik sekali. Dikelilingi oleh taman yang asri, selain menikmati Danau dan Pura, pengunjung juga dapat melihat beberapa hewan autentik Bali. Jangan lupa kantongi payung, Bedugul sama seperti kawasan Bogor atau Puncak yang selalu hujan.

bedugul,bali
Danau Beratan, Bedugul, Bali

Selain tempat-tempat di atas, masih banyak sekali wisata di Bali yang ingin saya kunjungi. Sanur, Ubud, Pantai Lovina, Gilimanuk, Jimbaran dan dan daerah wisata lainnya jadi bucket list saya jika nanti berkunjung lahgi ke Bali. 
***
See? Sampai paragraf terakhir tulisan ini dibuat, mana yang lebih berkesan? Cerita misscomm saya ketinggalan pesawat atau pesona pemandangan Danau Beratan di atas? :)

Salam,
Your Sweet Escaper

CONVERSATION

0 comments:

Post a Comment