BERKUNJUNG KE PEKALONGAN

pekalongan,jawa

Hallo Escapers!

Kalau boleh jujur, saya terbiasa mengendarai kereta untuk melakukan perjalanan jauh baru tiga tahun belakangan. Waktu yang sangat cupu bila dibanding dengan Escapers sekalian. Saya ingat pertama kali naik kereta eksekutif dengan tujuan Gambir - Pekalongan awal tahun 2013 lalu.
***

Tujuan saya dan teman-teman ke Pekalongan waktu itu bukan hanya untuk traveling tetapi juga untuk memenuhi undangan resepsi perkawinan. Si Empunya acara berbaik hati menyediakan kami akomodasi serta kendaraan setelah acara resepsi. Kami keliling Pekalongan dua harian penuh.

Hal yang kami cari pertama kali selepas acara resepsi adalah makanan enak. Di kota yang menurut saya masih belum terlalu ramai ini susah sekali mencari kuliner kaki lima. Padahal saya mengharapkan ada banyak angkringan dan jajanan khas sejenisnya di pinggir Jalan Urip Sumoharjo, dekat dengan hotel Dafam tempat kami menginap.

Beruntung supir yang ikut bersama kami cukup gaul. Siang itu kami dibawa ke RM Eco Raos yang terletak di Jalur Pantura, Jalan Gajah Mada. Menu ayam gepuknya enak, gurih, dan dagingnya itu lho... empuk banget! Entah karena efek lapar atau daging ayamnya yang imut, menu seporsi untuk saya sendiri saja tidak cukup. Harganya cukup terjangkau dengan range belasan ribu tidak akan bikin kantong bolong.

ayam,gepuk,pekalongan

Setelah makan kami mampir ke IBC (International Batik Center) yang masih berlokasi di sekitaran Jalan Pantura. Harga-harga batik yang ditawarkan di sana bervariasi, mulai dari yang murah sampai yang paling eksklusif, ada. Jenis batik dan model pakian yang tersedia juga bervariasi. Saya melihat banyak batik tulis di sana, tetapi tidak sedikit pula penjual yang memajang batik cetak, dan batik sablon.

batik,ibc,pekalongan

Berbelanja di IBC membutuhkan ilmu negosiasi yang alot. Kebanyakan harga yang ditawarkan penjual masih dapat pembeli tawar. Jika Escapers membandingkan harga batik di IBC Pekalongan dengan Batik yang ada di pusat perbelanjaan Ibu Kota, menurut pengamatan saya, harganya bisa lebih murah sekitar Rp 30,000 - 50,000.

Setelah puas berbelanja, kami mencari tempat wisata terdekat. Pelabuhan Perikanan Nusantara Pekalongan jadi tujuan kami berikutnya. Tiket masuk Pelabuhan hanya Rp. 2,000. Kami memang tidak bisa menikmati pantai dengan pasir putih dan sunset yang cetar di sini, tetapi pemandangan batu karang saat sore mendung terasa syahdu juga. Kita dapat melihat banyak warga memancing ikan di pinggiran pantai atau beberapa anak muda yang duduk-duduk di gazebo.

Kawasan Jetayu jadi tempat terakhir yang kami kunjungi. Kami sempat naik becak / odong-odong sebanyak dua kali putaran dengan membayar Rp. 15,000. Empat orang wanita dewasa naik odong-odong rasa senangnya nggak kalah dengan Balita. Hahaha.

Ssstt.. Kami hanya berani naik odong-odong di Pekalongan, coba kalau di Jakarta ditawari naik odong-odong? Mana tahan! 😹

Salam,
Yout Sweet Escaper

CONVERSATION

0 comments:

Post a Comment