PEKALONGAN, KOTA BATIK YANG RELIGIUS

*Postingan blog ini disponsori oleh Traveloka. Informasi di dalamnya berdasarkan pengalaman yang saya alami. Untuk keterangan lebih lanjut, silakan membaca disclosure.

source: kota-kreatif.blogspot.com

Hallo Escapers!

Melanjuti tulisan tentang Visiting Pekalongan pada postingan lalu, kali ini saya ingin bercerita sedikit mengenai budaya serta tempat-tempat yang menjadi point of interest Pekalongan.
***
"Kota Batik di Pekalongan..."

Itulah penggalan lirik lagu dari group Band Slank. Lagu ini populer diawal tahun 2000-an. Lirik tersebut memberikan info menarik bahwa Pekalongan adalah kota Batiknya Indonesia. Kota yang terletak Jalur Pantura Jakarta – Semarang – Surabaya ini merupakan World city’s of Batik

Kota pekalongan masuk dalam kategori kota kreatif UNESCO pada Desember 2014 dalam kategori crafts & folk art. Tentunya hal ini membuat masyarakat Pekalongan khususnya dan Indonesia pada umumnya bisa berbangga dengan capaian ini sekaligus membuktikan, Indonesia itu membanggakan!

Batik Pekalongan terkenal dengan coraknya yang khas dan variatif yang mampu menarik minat wisatawan lokal maupun asing. Potensi kunjungan wisatawan ini dimanfaatkan Investor untuk menyediakan akomodasi hotel dan penginapan yang bisa dipesan wisatawan saat berkunjung ke Pekalongan

Cara reservasi hotel di Pekalongan sudah beragam, bisa datang langsung atau reservasi online. Salah satu situs yang menyediakan reservasi hotel online favorit saya adalah Traveloka. 
***
Kembali ke batik Pekalongan, untuk bisa melihat khasnya batik Pekalongan, berikut ini adalah beberapa sentra batik yang dapat dikunjungi oleh Escapers.

1. Museum Batik Pekalongan


Sentra batik yang wajib Escapers kunjungi pertama kali adalah Museum Batik Pekalongan. Museum yang terletak di Jl. Jetayu No.1 Pekalongan ini ramai dikunjungi oleh wisatawan asing maupun lokal. Museum ini memamerkan beraneka ragam kerajinan batik khas kota Pekalongan. Jumlah batik yang dipamerkan pun cukup banyak, kurang lebih ada 1,149 corak batik, mulai dari yang kuno sampai dengan modern, dipamerkan di Museum ini.

Fasilitas yang terdapat di Museum Batik Pekalongan antara lain ruang koleksi batik, ruang perpustakaan, kedai batik, ruang workshop batik, ruang pertemuan, dan ruang konsultasi yang melayani Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Selain terdapat berbagai macam koleksi batik, di Museum ini juga tersedia alat tenun tradisional untuk membuat batik. 

Untuk menuju Museum Pekalongan juga cukup mudah, ada angkot warna orange yang melewati Museum ini. Harga tiket masuknya juga cukup terjangkau, hanya Rp. 5000 saja (harga bisa berubah sewaktu-waktu) sudah bisa untuk menikmati kekayaan budaya Indonesia.


2. International Batik Center


Sentra batik di Pekalongan selain Museum Batik Pekalongan adalah International Batik Center (IBC). Di tempat ini, Escapers bisa berbelanja kain batik yang bisa dijadikan baju, busana perempuan, dan aneka kerajinan lainnya. Letak International Batik Center (IBC) terbilan cukup strategis di Jl. Ahmad Yani No.573, tepatnya di Jalur Pantura.

Saya sempat mampir ke IBC dan membawa pulang blazer batik, daster batik, dan kain panjang batik. Harganya cukup terjangkau dibanding batik pasaran.

Source: Kompasiana.com

Kota pekalongan selain terkenal dengan batiknya, juga terkenal dengan masyarakatnya yang religius. Nilai Nilai Religius berasal dari mayoritas penduduk yang memeluk agama Islam. Selain itu terdapat juga tradisi religi yang tak dapat Escapers ditemui jika berkunjung ke tempat lain, yaitu Syawalan.

Syawalan merupakan perayaan memperingati tujuh hari Idul Fitri. Perayaan pada acara ini dimeriahkan dengan pemotongan kue Lopis berukuran raksasa. Lopis berukuran raksasa ini mampu memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan kategori lopis terbesar. Lopis raksasa ini kemudian dibagikan kepada pengunjung yang datang.

Selain tradisi Syawalan, di pekalongan juga terdapat tradisi religius lainnya seperti Sedekah Bumi. Tradisi Sedekah Bumi merupakan ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT. Tradisi Sedekah bumi biasanya diiringi pagelaran wayang kulit, rebana dan pengajian. Di Pekalongan, tradisi sedekah bumi rutin dilaksanakan setiap tahunnya. 

Selain Tradisi Syawalan dan Sedekah Bumi, nuansa religius di Pekalongan juga hadir di Kelurahan Sapuro. Disana terdapat makam seorang ulama dan habib penyebar agama islam di Pekalongan. Makam Habib Ahmad bin Abdullah bin Tholib Al Athas selalu ramai dikunjungi oleh peziarah yang hendak berdoa.

Habib Ahmad merupakan ulama yang dikenal dengan kecerdasannya dan kreatifitasnya. Ia merupakan pendiri Madrasah Salafiyah Ibtidaiyah klasik pertama di Pekalongan. Beliau wafat pada tahun 1929 di Pekalongan.

Nilai religius juga berkembang di sektor wisata seperti hotel dan penginapan. Tak heran di kota ini terdapat beberapa hotel syariah yang konsisten menjaga nilai-nilai religius Kota Pekalongan. Salah satu hotel tersebut adalah Namira Syariah Hotel di Pekalongan Timur. Untuk booking hotel ini secara online bisa melalui situs Traveloka. 

Jika Escapers mudik ke Jawa Tengah menjelang Idul Fitri besok, jangan lupa untuk mampir Pekalongan, ya! Selain tempat wisata dan sentra batik yang sudah saya sebutkan diatas, Pekalongan juga punya kuliner yang enggak kalah enak dibanding kota lainnya. Jangan lupa juga untuk mengkampanyekan kota batik ini agar budaya Indonesia semakin dikenal oleh dunia.

Salam,
Your Sweet Escaper

CONVERSATION

2 comments:

  1. Wah, Pekalongan. Sering mendengar namun belum pernah menyambanginya. Benar sekali. Kota Batik itu memang Pekalongan. Seperti lagunya Slank, ya.
    Beberapa temen saya pengusaha batik di Jogja ambil bahannya dari sini. Bangga sekali ya kalau jadi putra daerah. Pasti bisa juga jadi juragan batik :)

    ReplyDelete
  2. Yes, kalau denger pekalongan langsung ingetnya sama batik hhaha

    www.ernykurnia.com

    ReplyDelete